Jendral sudirman

Raden
Soedirman
Sudirman.jpg
[[Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat]] ke-1
Masa jabatan
12 November 1945 – 29 Januari 1950
PresidenSoekarno
PenggantiSoeharto
Informasi pribadi
Lahir24 Januari 1916[a]
Bendera Hindia Belanda PurbalinggaHindia Belanda
Meninggal dunia29 Januari 1950(umur 34)
Bendera Indonesia MagelangIndonesia
MakamTaman Makam Pahlawan Semaki
7°48′9,88″LU110°23′2,11″BTKoordinat7°48′9,88″LU 110°23′2,11″BT
Penghargaan sipilPahlawan Nasional Indonesia
Tanda tanganA hastily-scrawled signature
Dinas militer
Pihak
Dinas/cabangInsignia of the Indonesian Army.svg TNI Angkatan Darat
Masa dinas1944–1950
Pangkat
Komando
Pertempuran/perangRevolusi Nasional Indonesia
Jendral Sudirman 

Besar Raden Soedirman (EYDSudirman; lahir 24 Januari 1916 – meninggal 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun[a]) adalah seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Menjadi panglima besar Tentara Nasional Indonesiapertama, ia secara luas terus dihormati di Indonesia. Terlahir dari pasangan rakyat biasa di PurbalinggaHindia Belanda, Soedirman diadopsi oleh pamannya yang seorang priyayi. Setelah keluarganya pindah ke Cilacap pada tahun 1916, Soedirman tumbuh menjadi seorang siswa rajin; ia sangat aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk mengikuti program kepanduan yang dijalankan oleh organisasi Islam Muhammadiyah. Saat di sekolah menengah, Soedirman mulai menunjukkan kemampuannya dalam memimpin dan berorganisasi, dan dihormati oleh masyarakat karena ketaatannya pada Islam. Setelah berhenti kuliah keguruan, pada 1936 ia mulai bekerja sebagai seorang guru, dan kemudian menjadi kepala sekolah, di sekolah dasar Muhammadiyah; ia juga aktif dalam kegiatan Muhammadiyah lainnya dan menjadi pemimpin Kelompok Pemuda Muhammadiyah pada tahun 1937. Setelah Jepang menduduki Hindia Belanda pada 1942, Soedirman tetap mengajar. Pada tahun 1944, ia bergabung dengan tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang disponsori Jepang, menjabat sebagai komandan batalion di Banyumas. Selama menjabat, Soedirman bersama rekannya sesama prajurit melakukan pemberontakan, namun kemudian diasingkan ke Bogor.

Comments

Popular posts from this blog

Pesan untuk Guru

volleyball